Rabu, 21 Desember 2016

Menjadi Guru

Gajah Mati meninggalkan gading
Harimau Mati menginggalkan belang
Manusia Mati meninggalkan nama

Saya akhir-akhir ini kalau ingat mati yang saya terngiang apa yang akan saya bawa mati. Pahala apa yang akan tetap bertahan mengalir setelah saya mati. Saya selalu berfikir dan berdoa : biarkanlah saya mati dalam keadaan Islam, lindungilah hamba dari godaan syetan yang terkutuk yang akan menggoda hamba sampai nafas terakhir.

Saya seorang guru di sekolah dasar, tidak pernah terpikir oleh saya untuk mengajar anak sd. Tapi Alhamdullilah sejak bergabung di sd ini saya mendapat banyak pelatihan, yang sayangnya ilmunya tidak saya share selama ini. Habis pelatihan ya sudah , saya tidak berpikir kalau ilmu ini dibutuhkan oleh orang lain, oleh guru-guru baru, atau guru-guru yang haus akan ilmu untuk memperbaiki diri. Kadang nikmat yang banyak tidak kita sadari. Teringat istilah gajah dipelupuk mata tidak terlihat sedangkan semut disebrang lautan terlihat oleh mata. 

Nah teman-teman saya akan mengeshare apa aja sih yang saya dapatkan dalam pelatihan yang intinya meningkatkan kualitas guru. Berikut saya rangkum beberapa inti  dari pelatihan:

1. Menjadi apa kita 5 tahu kemudian

Ya kalau kita menjadi guru, kita tentu ada rasa ingin memberikan proses belajar mengajar yang bagus dan baik. Saya selalu tidak puas kalau mengajar Pkn itu bila anak didik saya lemes dan lesu. Padahal sebagai guru PKn saya ini mempunyai tugas untuk menanamkan rasa Cinta Tanah Air kepada anak didik saya. Saya ini mempunyai tugas mengenalkan politik kepada anak-anak, Politik itu tidak semata kekuasaan dan intrik, Politik itu menurut saya strategi untuk kehidupan bernegara. Bagaimana negara ini mau kuat kalau kita dipolitik oleh negara lain. Bagaimana pemimpin di masa depan ini sadar kalau mereka tidak tahu betapa perebutan lahan di dunia ini sudah sampai ke kutub selatan. Sedangkan kita dengan asyiknya menjual lahan ke asing. Apabila mereka sadar kalau lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk mengahasilkan bahan pangan tentu Indonesia akan menjadi negara dengan ketahanan pangan yang hebat.

Balik lagi apa yang mempengaruhi kita 5 tahun kemudian adalah apa yang kita baca. Cobalah jawab pertanyaan saya:
Ibu / Bapak punya anggaran beli buku setiap bulan?
Berapa buku yang Bapak/Ibu baca bulan ini?

Jelas-jelas ketika Al Quran diturunkan kalimat pertama adalah Iqro
Bacalah

Menurut saya apa yang kita baca mempengaruhi cara pandang kita. Siapa yang akan kita jadikan contoh kalau kita tidak tahu riwayat atau sejarah. Bagaimana kita mau mempelajari kemenangan kalau kita tidak mau membaca strategi orang-orang terdahulu. Sebagai umat Islam kita bisa membaca buku 60 Sahabat Nabi , buku syiroh. Karena dengan begitu anak-anak bisa tahu keteladanan dari sahabat nabi. Atau syiroh Nabi Muhammad itu sendiri dijelaskan pada Al Quran surat Al Ahzab :

Telah ada pada diri Rasullulah suri tauladan. Apa aja itu mari kita gali dengan membaca

Nah untuk menambah ilmu kamu juga bisa baca buku strategi perang Sun Tzu
Setelah anda membaca ada 1 hal lagi yang mempengaruhi anda 5 tahun kedepan yaitu 

Dengan siapa anda berteman atau bergaul?
Ingat istilah bila anda berteman dengan tukang minyak wangi anda akan kecipratan wanginya, dan apabila anda berteman dengan tukang pandai besi anda akan tahu cara membentu besi menjadi sesuatu yang berguna untuk kehidupan.

Hehehe saya hanya mengubah istilahnya supaya tau kalau tukang panda besi itu juga memiliki ilmu. So bukan berarti kita meninggalkan teman lama, tapi lebih ke carilah orang yang mempunyai ilmu. Sehingga pengetahuan kita ikut bertambah. Melalui pelatihan kita tahun kalau dunia ini berkembang.


2. Dunia ini selalu berubah 

Kalau dulu pakai lampu batok minyak sekarang kita pakai lampu listrik
Kalau dulu pakai kompor minyak sekarang kita pakai kompor gas/listrik yang apinya bahkan tidak terlihat
Kalau dulu kita pakai surat sekarang kita pakai email
Kalau dulu pakai handphone Nokia denga tombol sekarang kita pakai Handphone touch screen
Lihatlah merk-merk Jepang yang dulu banyak bereda sekarang bergeser menjadi produk korea.
Tidak ada yang abadi

Dunia itu selalu berubah, selalu berkembang.
Coba deh lihat cara mengajar kamu apa masih bisa dipertahankan terus dengan metode Ceramah dimana anak-anak duduk tertib dan kamu menjelaskan.
Jadi anak-anak sekarang berbeda dengan kita dulu. Kita tidak bisa lagi mengajar seperti guru-guru kita, Bukan cara mengajar mereka tidak baik tapi Kita harus mempunyai inovasi dalam mengajar. Bagaimana sih caranya agar kita mengajar seperti kelas motivator dan training. Kalau pelatihan motivasi aja kita semangat.
Karena itu balik ke poin pertama kita harus rajin membaca.
Jadilah Guru yang menginspiratif
Jadilah Guru yang diteladani
Jadilah Guru yang melek teknologi
Jadilah Guru yang berkarya
Jadilah Guru yang berani
dll
Sebenarnya ada 10 tapi saya lupa 5nya lagi hehehe

Seperti pepatah 
Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda.
Einstain

So kalau kamu mau mendapatkan siswa yang berkualitas kamu harus menggunakan cara-cara yang berbeda. Perkayalah cara mengajar, metode , sumber belajar, dan lain-lain.

3. Teamwork

Untuk teamwork yang dijelaskan kemarin adalah tentang komunikasi, komunikasi, dan komunikasi. Jadi dalam bekerja sama dalam team juga harus mengutamakan komunikasi. Komunikasi itu kadangkala berbeda penangkapannya dari atas A sampai ke lapangan bisa saja jadinya Z. Dan dalam Islam juga mengajarkan kita tentang berjamaah.

Ini pandangan saya saja, Ustadz Yusuf Mansyur telang membuka pandangan kita tentang berjamaah dan menyebarkan ilmu positif yaitu kalau selama ini aset negara kita sudah dijual mari kita beli kembali, miliki kembali apa yang seharusnya menjadi milik Indonesia. 
Jadilah bangsa yang masuk dalam golongan 20 % menguasai , karena dalam teori  Pareto 20% menguasai 80% dikuasai.

Oke sekian posting saya kali ini semoga bermanfaat menjadi amal ibadah kedepannya. Amin ya robbal alamin.
Pelatihan guru
Target-target pribadi guru

















4 komentar:

  1. Jadi ingat sama cita2ku dulu. Jadi guru bahasa Indonesia. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa pun jadi nya sekarang semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat mbak :)

      Hapus
  2. He.... Jadi malu, ada ilmu tentang teknologi malah kuntum jarang mengaplikasikannya. Insya Allah bisa lebih baik lagi nantinya 😍. Makasih share ilmunya bu Dita 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi jadi malu dibaca ama bu kuntum:)

      Hapus

komen donk :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...